Reflection on location

Posted: April 13, 2010 in 30193

Reflection on location
Menginjakkan kaki kembali di penjara emas yang penuh cerita, sudut mata terperanjak di danau yang ditengahnya ada replika pulau Sulawesi, tepatnya di bina bila kami melakukan pelanggaran, sore itu benar-benar beda, seingatku di jam seperti ini biasanya kami berkeliaran di sekitar udiklat, para manusia berotak kiri biasanya sudah rapi menunggu azan maghrib tiba, atau berpakaian rapi duduk manis di lobby sambil menonton TV, sedangkan merekan yang berotak kanan masih ada dilapangan bola, di meja billiard, di sport center dan di bawah pohon mangga, ah… ingatanku pun buyar saat tiba di ruang registrasi. Dahlia 5 ya…. Kata bapak petugas registrasi.
Seorang pemuda dengan tubuh kekar dan kulit yang lebih bersih sedang asik memainkan stick billiard dan menyodok bola, tidak butuh waktu lama untuk mengenalnya meski kini ia benar-benar berubah tapi ingatanku tentangnya benar-benar kuat, bagaimana tidak dari kecil hingga umur enam belas tahun kami senantiasa bermain bersama meski tidak jarang adu jotos.
Hari pertama dimulai pendidikan “pemasangan dan penyegelan APP” di udiklat Makassar, hitung-hitung nambah pengetahuan, pengalaman dan dapat kenalan lain dari daerah dan wilayah lain. Bukankah berbagai jenis karier memerlukan tingkat pendidikan minimum atau paling tidak sertifikat kompetensi, dan untuk meraih karier yang lebih cemerlang, seseorang sebaiknya memiliki pendidikan atau pelatihan tambahan meski perlu menguras kocek lebih banyak, dan semoga hasil yang kelak diperoleh lebih menjanjikan dan sekembalinya dari menigikuti pendidikan diharapkan ada peningkatan kinerja sehingga secara tidak lansung memberi kontribusi yang baik bagi perusahaan.
Ditempat ini saya pernah menjalani hari-hari selama enam bulan saat menjalani prajabatan dan beasiswa pendidikan oleh perusahaan, sebelum diangkat pegawai tetap. Banyak kenangan manis di tempat ini meski dulu terasa pahit, mengutip sedikit ungkapan Abdullan Gymnastiar “seorang anak –akan menagis saat di vaksin folio, namun saat ia besar ia akan bersyukur karena telah di vaksin folio saat ia kecil”.
Setahun sudah berlalu, banyak hal yang berubah dari tempat ini, lebih bersih dan tersusun rapi seiring dengan komitmen perusahaan untuk senantiasa menjadi sahabat setia untuk kemajuan, Ruang makan yang terkesan elegan bagi para peserta kursus, ruang Aula yang lebih cerah sehingga memancing semangat peserta kursus, dan yang paling mengejutkan saya adalah ruang belajar, benar-benar berubah total, tidak ada lagi white board di depan kelas, yang ada hanya dinding putih bersih dan proyektor serta papan kecil dengan kanvas seperti yang sering digunakan pak raden dan kartunis lainnya. Meja peserta dan instruktur tampak lebih modern dengan model yang sedemikian rupa yang memudarkan kesan kaku dalam proses belajar mengajar di ruangan ini, setiap peserta kemudian mendapatkan 1 set netbook yang disa dipake selama di udiklat, materi pembelajaran disimpan dalam sebuah FD (Flash Disk) yang menjadi milik peserta diklat.
Peserta diklat dibagi menjadi beberapa kelas sehinggan pembelajaran berlangsung lebih efektif, peserta yang dikelompokkan dalam satu kelas berasal dari unit yang berbeda di antaranya : Cab.Mamuju, Cab.Palu, Cab.Kotamobagu dan Cab.Gorontalo interaksi dalam ruangan belajar benar-benar tercipta, proses pemaparan materi hanya berlansung beberapa menit yang kemudian dilanjutkan dengan proses diskusi dan Tanya jawab, dan ini benar-benar menguntungkan bagi saya sebagai anak muda yang dapat meresap pengetahuan dari mereka, namun sebagai anak muda dengan semangat yang senantiasa membara saya juga tidak mau kalah dengan mereka, untungnya pernah hidup di bumi minahasa sana selama 2 (dua) tahun, sehingga antara saya dan mereka tidak ada kesenjangan dalam hal komunikasi karena merasa kawanua.
Setahun yang lalu di tempat ini, dan jam seperti ini (10:56 PM) biasanya kami mendongkoll karena barusaja selesai upacara malam dengan pengarahan yang cukup lama dari orang yang sama dan tentang hal-hal yang sama, malam ini saya duduk menatap kamar saya dulu (E9/E10) dan sesekali tersenyum kecil mengingat kembali diri ini, ah… rasanya baru kemarin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s