….kuldesak

Posted: April 17, 2010 in kuldesak

tak mengerti apa yang sedang terjadi saat aku tak mengenal diri sendiri, mencoba mengingat kembali cerita lama, merandom kembali cerita manis yang masih tersisa dalam memori, semoga “search enggine-ku” masih bekerja dengan baik.

dua hal yang bisa dilakukan saat menemui kuldesak adalah diam dan bergerak. Diam berarti hanya Logika dan Hati yang bekerja (virtual private), sedangkan bergerak adalah melakukan sesuatu secara fisik dengan tujuan tertentu (lebih baik diam daripada bergerak tanpa tujuan).

jalan panjang yang lurus sudah kita lewati
jalan sempit dan beliku memang begitu menantang
namun semuanya sangat mengasyikkan karena dengannya kita masih dituntut untuk selalu berusaha, setidaknya dapat mengambil pelajaran dari setiap kisah yang terekam dalam benak.

kondisi itu begitu berbeda saat tiba di jalan buntu, bukan lagi persimpangan untuk menentukan arah, kali ini benar-benar buntu, Seakan-akan hidup kita ini dipenuhi oleh kuldesak. Lurus kuldesak, mundur kuldesak, kanan kiri pun kuldesak. tidak bisa kemana-mana. Kita terperangkap. Dan memang seperti itu keadaannya.

Sekaranglah saatnya kita menyadari bahwa kuldesak tercipta dari kalimat ‘la hawla wa la quwwata illa billah’. Bahwa tanpa campur tangan-Nya sebenarnya kita ini lemah. Tanpa-Nya kita sedikitpun tidak berdaya. “wihout you, I’m Nothing”. bagai bintag-bintang di gelap malam, bagai debu-debu dipadang pasir. masih pantaskah kita menyombongkan diri dan Angkuh.

… I look around
… I fly to find space to lay my head upon
… Aku bagai buih di laut biru
Tersapuh ombak terhempas badai.
Aku bagai debu di padang pasir
Terseret angin terbakar panas.

Tolonglah Tuhan… Beri petunjukMu.
Jalan yang benar… Menuju jalanMu.
Agar tak tersesat Di persimpang jalan

Aku bagai bintang di gelap malam Diantara seribu bintang
Terdampar dipuing jagat raya Terkapar lemas tak berdaya
Menangis… tertawa… Semua tak bisa dihindari

Komentar
  1. aroq mengatakan:

    aku menikmati detik-detik kemenangan semanis madu sambil menahan tawa sehingga rasanya kepalaku akan pecah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s