Gas Sengkang

Posted: Mei 4, 2010 in 30193

NUSANTARA – SULSEL

Selasa, 04 Mei 2010

Gubernur Mediasi Sengketa Gas Sengkang, Namun Belum Ada Kepastian EEES Pasok Gas ke PLN

MAKASSAR — Krisis listrik yang kembali melanda Sulawesi Selatan & Barat (Sulsel-Bar) dalam tiga hari terakhir akibat perseteruan pihak Energy Equity Epic Sengkang (EEES) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, bakal segera teratasi. PT. EEES sebagai pemasok tunggal gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sengkang, memberikan jaminan akan segera beroperasi kembali. Dengan catatan, ada jaminan keamanan dari pihak terkait, khususnya Pemkab Wajo.

Hal itu ditegaskan Presiden EEES Andi Riyanto, saat bertemu khusus dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di gubernuran, Senin 3 Mei, sore kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Andi Riyanto didampingi Bambang SF, kepala Bagian Pengelola EEES, dan Jhon Anderson dari Divisi Pembangkitan.

Pertemuan yang digagas Gubernur Syahrul Yasin Limpo tersebut, ikut dihadiri pihak PT (Persero) PLN Wilayah Sultanbatara. Yaitu Nurjaya (manajer Perencanaan), Sukardi (manajer SDM), dan Manajer Sektor Tello, Purnomo. Ketiganya mewakili GM PLN Sultanbatara, Ahmad Siang, yang dilaporkan sedang sakit.

Dalam pertemuan kemarin, gubernur memang meminta khusus EEES untuk segera mengoperasikan dan memaksimalkan aktivitasnya agar bisa memasok gas yang dibutuhkan PLTG Sengkang. Begitu pula dengan PLTG, Syahrul meminta segera beroperasi agar dapat memasok daya ke sistem kelistrikan Sulsel yang sampai kemarin mengalami defisit hingga 152 Megawatt (MW).”Saya bersama bupati meminta masyarakat tidak membuat reaksi yang bisa menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran terhadap laju investasi. Semua harus berjalan dalam situasi yang kondusif,” imbau gubernur.

Mengenai tuntutan dana bagi hasil pengelolaan gas sebesar 12 persen kepada pemerintah daerah, Syahrul mengaku belum mengetahui apakah dapat dipenuhi EEES atau tidak. Dia hanya meminta krisis listrik segera diakhiri dengan mengaktifkan kembali PLTG Sengkang. Tentu saja, untuk itu EEES harus terlebih dahulu beroperasi.

Syahrul mengakui, untuk kembali beroperasi seperti sebelum terjadi pendudukan wilayah operasional EEES oleh warga, tidak semudah yang dibayangkan. “Semuanya butuh proses. Tidak seperti saklar, langsung jalan. Tapi sudah diminta, kalau bisa hari ini (kemarin, red),” ujarnya.

Belum Ada Kepastian

Merespons hasil mediasi awal yang dilakukan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, General Manager PLN Wilayah Sultanbatara, Ahmad Siang, berharap BP Migas dapat segera memasok gas ke PLTG Sengkang. Dengan demikian, defisit 152 MW akibat keluarnya PLTG Sengkang dari sistem kelistrikan Sulsel, dapat segera teratasi.

Menurut dia, tidak ada alasan bagi BP Migas untuk tidak menginstruksikan EEES segera beroperasi kembali. Apalagi, jaminan keamanan dari Pemprov Sulsel melalui Gubernur Syahrul yasin Limpo sudah diberikan.”Saya juga tidak tahu sampai kapan PLTG Sengkang tidak beroperasi. Padahal, situasi di Sengkang sudah kondusif sejak kemarin (Minggu, red),” keluh Ahmad Siang, malam tadi.

Meski begitu, Ahmad Siang optimis dalam waktu dekat pasokan gas kembali normal sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir. Dengan daya sebesar 195 MW di PLTG Sengkang, memang harapan PLN ada di PLTG guna mengakhiri pemadaman bergilir.

“Saya kira pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten tidak ingin melihat masyarakatnya terus berada dalam kegelapan. Kalau pemadaman terus berlangsung, juga akan memperburuk perekonomian di daerah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden EEES, Andi Riyanto berjanji segera mengaktifkan kembali operasional perusahaannya. Dia juga menjamin pasokan gas ke PLTG Sengkang. Tapi, imbuhnya, pihaknya betul-betul mendapat jaminan keamanan. “Tentu saja, setelah semuanya clear, kami akan segera berkoordinasi dengan BP Migas sebagai pengawas,” katanya.

Andi Riyanto berharap, setelah pertemuan dengan gubernur, diharapkan semua kebutuhan perusahaan untuk beroperasi, terutama jaminan keamanan bisa diperoleh. Apalagi, secara teknis tak ada masalah di lapangan. “Kecuali jaminan keamanan, kami sesungguhnya tidak ada masalah di sana,” ujarnya.

Andi Riyanto berjanji setelah berkoordinasi dengan BP Migas dan mendapat lampu hijau untuk segera beroperasi, semua operator EEES yang berjumlah 15 orang, akan segera diaktifkannya kembali. Dalam tiga hari terakhir, sebutnya, para operator EEES tersebut terpaksa dievakuasi karena adanya ancaman keamanan.

Kekhawatiran pihak EEES untuk memulai operasinya memang masih ada, terutama pascapendudukan yang dilakukan warga. Namun, Syahrul berharap keamanan di sekitar lokasi operasional bisa dijamin bersama-sama oleh Pemkab Wajo, Pemprov Sulsel, aparat keamanan, maupun dari masyarakat sendiri.

Gubernur mengingatkan, aksi pendudukan warga terhadap EEES tidak akan menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, menimbulkan masalah baru yang dampaknya dirasakan seluruh masyarakat Sulsel, yaitu terjadinya krisis listrik yang berujung pada pemadaman bergilir.

Untuk diketahui, pasokan daya dari PLTG Sengkang ke sistem kelistrikan Sulsel mencapai 195 MW. Itu setara dengan 22,32 persen dari 560 total daya terpakai di sistem kelistrikan Sulsel saat ini.

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, ungkap gubernur, juga telah dihubunginya terkait pemberian jaminan keamanan operasional EEES. “Bupati bersedia memberikan jaminan dengan ketentuan, tuntutan dan kepentingan rakyatnya ikut dibicarakan,” jelasnya.

Dari Sengkang, Bupati Andi Burhanuddin Unru menegaskan, situasi di lokasi industri gas itu sepenuhnya sudah terkendali. Aparat kepolisian juga tetap siap siaga di lokasi tersebut. Jadi, katanya, tidak ada alasan bagi EEES untuk tidak beroperasi kembali.

Pihak EEES sendiri menilai ancaman unjuk rasa yang dilakukan warga di wilayah kerjanya sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Jaminan keamanan menjadi persyaratan mutlak operasional.

Lalu, bagaimana dengan tuntutan warga dan pemerintah daerah sendiri? Syahrul mengungkapkan adanya pembicaraan membangun agenda pertemuan membahas komitmen baru dengan sejumlah stakeholder terkait tuntutan masyarakat. Pembahasan komitmen baru itu nantinya akan melibatkan pihak EEES, PLTG Sengkang, Pemprov Sulsel, Pemkab Wajo, BP Migas, dan masyarakat.

Masalah yang terjadi antara masyarakat, Pemkab Wajo, dan pihak perusahaan pemasok gas, diakui Syahrul cukup kompleks. Permasalahan yang terjadi terkait regulasi dan kebijakan pemerintah pusat dan melibatkan lintas sektor.

Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas, PLN, dan pihak perusahaan perlu duduk bersama membicarakan tuntutan masyarakat. “Yang bisa kita lakukan saat ini, bagaimana agar listrik bisa cepat menyala, pasokan listrik cukup, dan tidak ada lagi pemadaman listrik,” harapnya.

Mantan bupati Gowa dua periode itu berjanji segera memanggil bupati Wajo dan meminta poin-poin yang menjadi tuntutannya agar bisa dimediasi. Sambil semua berproses, EEES diminta kembali beraktivitas dan mengakhiri krisis listrik dalam waktu paling lambat dua hari mendatang.

Andi Riyanto sendiri mengaku pihaknya sudah memenuhi kewajibannya sesuai kontrak yang ditandatangani dengan pemerintah. Dia juga mengaku bahwa tuntutan masyarakat yang menagih janji EEES untuk mempekerjakan penduduk lokal minimal 50 persen, sudah masuk agenda pertemuan kelak.

“Mengenai janji dana pembangunan desa Rp 1 miliar seperti yang diminta warga, saya belum berani memberikan kepastian. Banyak agenda yang akan dibahas untuk dilaksanakan. Jadi, terlalu awal kalau dibicarakan dan diungkapkan dalam pertemuan ini,” ujarnya.

Pembagian bagi hasil pengelolaan gas di Desa Gilireng, Wajo seperti tuntutan warga, kata dia, pada dasarnya telah menjadi agenda di tingkat pemerintah pusat. Skema bagi hasil akan dibicarakan di pusat dalam waktu dekat. Kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan alias community development, katanya, juga telah dijalankan pihaknya. (rif-ram-slm) on http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=63200

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s