Doa & Permen

Posted: Mei 12, 2010 in 30193, Doa & Permen

sama seperti hari-hari sebelumnya sebelum berangkat kekantor biasanya saya mengunyah permen mint, permen kopi maupun permen yang katanya bisa ngomong itu. tujuannya sederhana saja untuk menghilangkan bau mulut siapa tau masih ada kuman yang tidak ter-netralisir oleh pasta gigi & air putih, pagi itu mataku tertuju pada permen kopi apalagi semalam memang agak telat tidurnya, maklum kopi mengandung “cafeine” yang katanya dapat menunda ngantuk.

sebagai karyawan yang baik bila tiba dikantor langsung absen “finger print” maklum perusahaan ini menerapkan teknologi sidik jari ini sejak beberapa bulan yang lalu, Jempol manis yang biasanya kugunakan sebagai identifikasi ID 5005 untuk 8909028-F, Error bukanlagi hal yang mengejutkan bagi saya, pengalaman terburuk saya pernah mengalami Error hampir sepuluh kali di absen “finger print” ini, pagi ini lumaya. beruntung karena Errornya hanya dua kali & selanjutnya 5005 identified.

Nas ikut berdoa bareng yuk… ajak seorang rekan kerja, “karena ini sesuatu yang mulia maka berdosa rasanya bila saya menolak” fikirku, Aula kecil yang setiap paginya kami gunakan untuk berdoa ini semakin mendekatkan kami karena jujur saja “sempit”. dibentuklah formasi seolah-olah kami hendak melakukan meditasi seperti yang biasanya diajarkan para guru spiritual d seberang pulau sana, pagi ini pastinya lebih ceria karena hadirnya si-Pelangi di sampingku meskipun terhalang oleh seseorang argh<<<<……

Pimpinan kami membuka acara "doa bersama", dan meminta seseorang untuk memimpin doa pagi ini, "Nas saja pak…." terdengar suara sumbang.. tapi rasanya saya tidak asing dengan suara itu, Pimpinan kami yang terobsesi menjadikan perusahaan ini sebagai "kawah chandra di muka" langsung meminta saya untuk berdoa.. spotan saya menjawab dengan Istigfhar…

sebagai seorang lelaki pantang rasanya bagi saya untuk berkata "tidak sanggup" apalagi sekedar berdoa, yang hampir dilakukan setiap saat… hanya saja permen yang ada dimulutku masih tersisa banyak,
1st Option : ditelan
2nd Option : dibuang
3rd Option : LANJUTKAN
setelah menimbang cukup lama, akan jauh lebih baik dilanjutkan saja.

"assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu, sebelum memulai aktivitas pagi ini mari kita berdoa bersama-sama namun ijinkanlah saya untuk memimpin doa di pagi hari ini (mudah-mudahan mereka tidak mendengar suara permen yang mengganjal dimulutku)"

"ya.. ilahi Rabbi terima kasih atas segala pencapaian kami hingga hari ini (permen ini terasa menggangu) atas segala apa yang kami lakukan hari kemarin (semakin menggangu)" saya kemudian berfikir untuk menyudahi Doa ini, sebelum mereka benar-benar menyadari bahwa ada permen yang mengganjal dalam mulutku, terdengar kembali suara sumbang "kenapa berhenti" …duh masa iya sih saya merasa Grogi hanya karena Doa "Kiranya engkau Sudi meridhoi segala aktifitas kami hari ini, terima kasih, & Sekian"… para peserta menjawabnya dengan amin… diikuti tawa dan senyum kecil para peserta.

Pimpinan kami menutup Doa Bersama pagi ini dengan pesan "Siapapun yang memimpin doan-nya, mari kita menghyatinya"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s