jejak PELANGI

Posted: Juli 7, 2010 in setelah Bias

“Sudah cukup jauh, perjalanan ini
lewati duka, lewati tawa, lewati s’gala persoalan
kucoba berkaca pada jejak yang ada
ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”

Penggalan lagu diatas sepertinya mencerminkan perjalanan hidup yang selama ini terus ku-lalui. banyak hal yang telah terjadi yang mengisi hari-hari perjalanan-ku. Entah berapa banyak waktu ku-habiskan hanya untuk sebuah pencarian. Hari-hari yang penuh dengan petualangan dan tantangan.

disini…
dibatas PELANGI kulangkahkan kaki menapak kesendirian yang tercipta menelusuri lorong-lorong waktu ‘tuk mencari jati diri hari ini, ingin kupersembahkan semua yang pernah kulalui bersama bayangan yang telah berbagi perasaan saat ku tak mampu menghadapinya ya, Allah… kuucapkan rasa syukur yang tak pernah sebelumnya terbersit di hati ini

Satu-persatu datang silih beganti, peristiwa-peristiwa yang menghiasi perjalanan ini, yang tertoreh direlung hati ini. Teman, sahabat berlalu memberikan nuansa indah disetiap pengelanaan-ku. Mereka memberikan cinta, canda, tawa, bahkan duka serta kepedihan yang terbawa. Itu semua kombinasi yang sempurna dalam perjalanan hidup ini.

Hutan… Gunung… hamparan hijau yang menyejukkan hati
terimakasih…
yang telah memberiku pengalaman yang tak ternilai dalam pencarian jati diri ini sehingga begitu membekas dan akan terus terbawa dalam mengarungi kehidupan ini menyadarkanku … memberiku pelajaran mengenai arti kehidupan dengan kearif’an yang Maha Pencipta Kau bukakan matahati-ku agar menjadi lebih bijaksana dalam pergaulan hidup ini

Sang Alam pun tak henti-hentinya memberi-ku harta, harta yang tak bisa ditandingi emas-permata sekalipun. Betapa Sang Alam begitu berbelas kasih pada-ku untuk membimbing dan menuntun-ku melewati masa-masa sulit. Memberi-ku arti cintamemberiku arti kasihmemberiku arti peduli. Semua terekam dalam pita sanubari-ku.

Bila akhirnya semak belukar menutup jalan setapak dan menghentikan jalan kita untuk kembali pulang Dan bila akhirnya… nafas kita berhenti juga disini… terkubur bersama ranting dan daun kering yang dingin apakah itu semua akan tinggal kenangan sia-sia? Semoga saja tidak ! Tidak bila mayat-mayat kita kelak mampu menitip pesan bahwa gunung bukanlah tempat bermain-main, yang didaki tidak dengan persiapan, yang didaki hanya dengan modal semangat, hendak menaklukkan alam

Saat ini tak banyak keingin dan harapan yang ingin dilakukan, hanya sebuah kerinduan akan belaian alam yang menggelitik untuk selalu dekat denganya. Panggilan alam tak akan selalu berbisik dan bercerita tentang keIndahan-Nya tentang keAgungan-Nya tentang Kasih dan Cinta-Nya. Oh… betapa indah dan nyata apa yang telah Dia berikan untuk-ku.

adakalanya kau menenggelamkan-ku hingga kedasar
adakalanya kau buat-ku melayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s