kisah Roda

Posted: Juli 26, 2010 in Cerpen

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa
lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu
jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang
pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu.
Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di
cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali
bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan
seranggakecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan
kerikil-kerikil pualam.

Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan
itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik
kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini,
semuanya tampak
lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini
tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak
tersenyum,melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung
rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun
tersenyum danmelanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih
terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan
wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang
roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun
merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut
dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling
semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang
meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh.
Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan
doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak
berbeda. Jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan
setiap. Sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan
ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua
batu danpualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan
perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang.
Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan
berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

*************************************
Teman, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda
yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat
indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang
Sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan
tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat
Kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita,
kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak
sekali hikmah yang perlu di tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan
pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Teman, coba,
susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan
setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang
tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan
perlahan. Temukan keindahan itu !!

Komentar
  1. anti mengatakan:

    begitukah????

    tapi terkadang dalam hidup ada hal yang tidak mungkin untuk kira runut kembali
    karena satu atau banyak. ada hal2 dimana kita tak bisa kemabali kare roda itu telah patah dan telah tergantikan dengan yg baru…

  2. aroq mengatakan:

    bersyukur ki itu kalo bisaQ dapatkan yang baru……..
    tapi coba sedikit berfikir tentang Konsistensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s