ayam jago

Posted: Agustus 10, 2010 in Cerpen

Seseorang yang gemar memelihara hewan & mempunyai kemampuan untuk memahami bahasa hewan sedang mengamati peliharaanya.

Ditaman yang indah ini dihiasi berbagai macam bunga dengan warna-warni menyerupai “pelangi”, dengan keharuman yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata, air yang terus menerus mengalir menjadikan bunga & pepohonan tumbuh subur, siapapun yang pertama kali datang ketaman ini akan berdecak kagum melihat keindahannya.

Diantara ratusan hewan yang berkeliaran ada satu hewan yang tampaknya begitu perkasa ia disebut “ayam jago”, dengan bulu berwarna-warni (dominan merah) ia tampak begitu perkasa sehingga setiap ia berjalan ia selalu membusungkan dadanya, tanpa disadari waktupun berlalu si “ayam jago” kini diliputi rasa percaya diri yang memuncak yang menjadikannya merasa paling benar, dan tidak menganggap penghuni taman yang lainnya.

Gerak-gerik si “ayam jago” ternyata tak luput dari pantauan si pemilik taman, hingga suatu hari ia menangkap si “ayam jago” dan memasukkannya kedalam sebuah kandang gelap yang hanya diberi sedikit lubang untuk bernafas sekaligus untuk memberinya makanan & minuman.

janganlah hendaknya kamu bertingkah seperti orang yang melupakan Allah, yang mengakibatkan Allah membuat mereka lupa diri pula. (QS 59:19)

Lama waktu berlalu, “ayam jago” kini lupa pada bentuk tubuhnya yang indah nan perkasa, ia juga lupa pada keindahan taman & penghuninya. Ia tidak melihat apa-apa kecuali kandang yang sempit dan kotor itu, ia mulai menyukai tempat itu & percaya bahwa tidak ada tempat yang lebih besar dari kandang itu & bila ada yang menceritakan kepadanya tentang kehidupan diluar kandangnnya maka ia menganggap hal tersebut mustahil.

Namun setiap angin berhembus dan harumnya bunga & pohon hinggap dan menyusup kedalam kandangnya ia merasakan kesenangan yang luar biasa dan merindukan sesuatu yang seolah-olah pernah ia rasakan (dejavu). Lahirlah kekhawatiran dalam hati kecilya untuk mengobati kerinduan batinnya, namun ia tak tahu harus bagaimana ?? dan semuanya begitu samar, entah dari mana asalnya dan tak dapat ia wujudkan dalam imajinasinya, setiap ia mendengar kicauan burung rasa rindu dan hasratnya timbul, namun pola fikirnya tetap terpenjara dalam kandang yang sempit.

si “ayam jago” tetap kebingungan, hingga suatu hari sipemilik taman memutuskan untuk mengeluarkan ayam tersebut dari kandang.

Apakah dia tidak mengetahui, apabila nanti sudah dibangkitkan segala isi kubur? Dan telah terungkap segala isi kalbu? Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu maha mengetahui keadaannya. (QS 100:9-11)

Ketika “ayam jago” keluar dari kandangnya, ia melihat dirinya berada ditengah-tengah taman, ketika memandang bulu-bulunya sendiri ia tidak merasakan apa-apa, namun ia begitu merasakan atmosfir taman degan aneka ragam bunganya, kini ia punya kesempatan untuk berjalan kesana kemari bahkan melompat & terbang setinggi-tingginya, ia mengerti dari mana sumber keharuman, dan darimana kicauan burung berasal. Lalu ia berdiri mendesah seakan-akan tak sadarkan diri.

Wahai, sungguh aku menyesali kelalaianku dalam memenuhi kewajiban kepada Allah. (QS 39.56)

Lalu Kami singkapkan tabir yang menutupi matamu, maka pandanganmu menjadi lepas jelas. (QS 50:22)

Mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal ketika itu kamu melihat orang yang sedang melepaskan nyawanya itu, sedangkan Kami lebih dekat lagi kepadanya daripada kamu, namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85)

Jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu akibatnya. Sekali lagi, jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu juga akibatnya. (QS 102:3-4)

[aro mullah nasruddin]

Inspired “Burung Merak Raja di Bawah Keranjang” on HIKAYAT-HIKAYAT MISTIS Syaikh Al-Isyraq, Syihabuddin Yahya As-Suhrawardi

m

Komentar
  1. Rh3y mengatakan:

    Maknanya terlalu dalam, susah di mengerti !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s