long time no ‘c’

Posted: Agustus 18, 2010 in darimu aku banyak belajar

Jangankan aro mullah nasruddin, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita.
Tanpa mereka, hati, fikiran dan perasaan lelaki akan resah. Masih berusaha & terus berusaha. Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap rindukan Pelanginya.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, mama, isteri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tak mungkin mampu untuk meluruskan mereka. Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Luruskanlah wanita dengan cara yang ditunjuk Allah, kerana mereka dicipta sebegitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya. Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada zat Allah yang kekal, disitulah asasnya.

Mereka mengacu pada emosi sesaatnya, Akalnya setipis rambutnya maka tebalkan dengan ilmu.
Hatinya serapuh kaca, kuatkan dengan iman. Perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak. Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak nilaian dan keadilan Tuhan.

Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau ‘women gladiator’. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, kerana rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan laki-laki : negarawan, karyawan, jutawan dan “wan-wan” yang lain.
Tidak akan lahir ‘superman’ tanpa ‘superwoman’.

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak boleh diluruskan, bahkan mereka yang akan membengkokkan.

Banyak laki-laki yang rusak oleh perempuan
ketimbang perempuan yang dirusak oleh lelaki.

Kini bukan saja ramai boss telah kehilangan ‘secretary’, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.

Bila wanita durhaka dunia lelaki akan huru-hara . Bila tulang rusuk patah, maka rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan. Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah pimpinlah diri sendiri dahulu kepada-Nya.

Jinakkan diri dengan Allah, niscaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
Jangan mengharap isteri seperti Siti Fatimah, kalau peribadi belum lagi seperti Sayidin Ali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s