sehari setelah 1 Muharram

Posted: Desember 8, 2010 in 30193

hari ini (2 muharram 1432 H), cerita kita berawal dari “aslm alkm” dan engkaupun menjawabnya dengan “wa’alaykum salam”
belanjut pada kekonyolan-ku dan sisi Sok-Tahu dalam benakku lalu kukirimkan lagi sebuah pesan singkat yang kesannya Sok-Tahu berharap dirimu tersenyum kecil di awal pagi, namun lama menunggu tak jua dirimu menjawab “oh.. mugkin pulsanya lagi sekarat” saya mencoba menghibur diri.

tidak kulihat kendaraanmu pagi ini, kendaraan yang menambah keanggunanmu saat engkau mengendarainya. sesaat kemudian engkau mengirimkan pesan tentang seseorang yang memujimu, butuh waktu yang lama untuk mencerna pesanmu sedikitpun aku tak mengerti maksudmu, lalu kuputuskan untuk bertanya tapi jawabannmu kurang mengenakkan,, “seseorang yang jarang memuji, pagi ini memanggilmu cantik”, dan itu membuat mu merasa nyaman. isi kepala mulai goyah…

agar tidak ada yang tahu ke-kacauan dalam benakku, kembali kucoba untuk menyendiri namun yang kulihat jauh lebih menyakitkan, untuk kesekian kalinya dirimu melakukan sesuatu yang benar-benar kubenci.. (innallaha ma’shobiriin) kutanyakan tentang tujuanmu, dirimu justru menjawab lain, kuceritakan tentang kelemahannku dirimu justru memintaku untuk pergi darimu, runtuhlah SEMANGAT untuk memulai kerja hari ini… (innallaha ma’shobirrin)

Badan mulai lemas nyaris tak berdaya, lalu kuputuskan untuk kembali kerumah,,, sakit rasanya, badanpun mulai meriang lalu ku-kunci rumah agar tdak ada yang mendengar dan merasakan sakit yang kuderita, biarlah kulewati perih ini dengan caraku sendiri.

tiga jam berlalu, rasa sakitnya belum mereda sedikitpun hanya Allah dan saya yang tahu,..

hujan mulai mereda kuputuskan untuk bangkit dari tempat tidurku dan melanjutkan kembali kerjaan dikantor yang sempat tertunda, kubalas lagi pesannmu dengan harapan ego-mu sedikit mereda,. namun teryata tidak dirimu masih saja bertopeng seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

kali ini saya benar-benar ingin bedialog langsung dengannmu, meluruskan kembali keraguannku..
awalnya dirimu menolak namun akhirnya melunak kembali dirimu bercerita dengan gayamu dan berkata “ohh.. saya tidak liatki”,, “jadi kalo saya di Makassar, begitu kelakuaanmu dibelakang ya..?” jawabku.

beharap tidak mengalami kecemburuan yang sama kuputuskan untuk pulang lebih awal, karena kutahu malam ini kamu dan teman-temanmu akan datang dilapangan futsal.

setelah sya sholat isya pesanmu kembali datang seolah-olah meyakinkanku kembali akan rasa percaya yang sempat hilang terhadapmu.

sejak tadi pagi belum sebutirpun biji nasi menghinggapi perutku, pantas tadi dilapangan serasa “not full power” berarti sekarang saatnya untuk MAKAAAAAANNN…
belum lagi habis makanan dipiring pesannmu kembali datang “jemputka skr”, sebagai wujud komitmen kutinggalkan makanan ini, lalu mebalas pesanmu “dimana ?” lama tak dibalas kuputuskan untuk berangkat kerumah temanmu, setibanya disana ternyata nggak ada, kembali dirimu membalas “gk jdi”… tempat kedua yang kutuju adalah pantai tempatmu biasa nongkrong, tapi ternyata tidak ada juga. lalu dimana ??

dengan sedikit putus asa saya memilih kembali kekantor, namun TUHAN maha pemberi petunjuk, kulihat helm-mu dari jauh, kuputuskan untuk mendekat dan ternyata *^####

entah sebutah apalagi yang pantas kusematkan kepadamu…
lalu kuingatkan kembali tentang janjimu yang dulu sebuah janji diwarung pojok, sehari sebelum berangkat ke Makassar.

maklumi saja kekonyolan pola fikirku, karena memang lahir, besar & sekolahnya dikampung
aro mullah nasruddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s