Pelangi Pagi

Posted: Desember 15, 2010 in 30193

Rayon-rayonnn….
Recloser Pati’di gagal “Reclose”..
wuah pagi nan dingin begini harus melintasi gunung untuk menelusuri sumber gangguan jaringan..

ketika berjalan kaki menyusuri sebuah jalur kecil di samping pepohonan, saya melihat sebuah genangan air di depan saya. Saya mengambil keputusan untuk mengitarinya pada bagian yang tidak becek. Sewaktu saya menghampiri genangan itu, tiba-tiba saya diserang! Saya tidak menghindar karena serangan itu begitu tiba-tiba dan datang dari sumber yang sangat tak terduga.

Saya terkejut namun tidak terluka sekalipun sudah diserang empat atau lima kali. Saya mundur selangkah dan penyerang saya berhenti menyerang. Penyerang itu melayang di udara; dia adalah seekor kupu- kupu dengan sayapnya yang indah. rasa-rasanya seperti bersama Pelangi dipagi hari, Seandainya saya terluka saya tidak akan menganggap kejadian itu menakjubkan. sayapun tersenyum kecil melihatnya.

Seekor kupu-kupu menyerang saya!

Setelah berfikir, saya melangkah maju lagi. Penyerang saya kembali
menyerang saya. Ia menabrakkan dirinya pada dada saya, menyerang saya
berkali-kali dengan segenap kekuatannya, berusaha mendorong saya. Untuk
kedua kalinya, saya mundur selangkah sementara kupu-kupu itu berhenti.
Lalu saya maju lagi, dan dia pun kembali menyerang. Saya diserang pada
dada saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kecuali mundur
lagi. Lagipula, tidak setiap hari saya bisa mengalah bertarung dengan
seekor kupu-kupu.

Kali ini, saya mundur beberapa langkah ke arah lain untuk melihat mengapa kupu-kupu itu menyerang saya. Dia terbang merendah dan kemudian mendarat di tanah kering di samping genangan air tadi. Saat itulah saya menyadari mengapa dia tadi menyerang saya. Kupu-kupu itu mendarat dekat seekor kupu-kupu lain yang kemungkinan adalah pasangannya, dan pasangannya itu sedang sekarat. Berdiam di dekat pasangannya, kupu-kupu itu membuka dan
menutup sayapnya seolah-olah untuk mengipasinya.

Saya hanya dapat mengagumi kasih dan keberanian kupu-kupu itu untuk menjaga pasangannya.
Kupu-kupu itu berani menyerang saya demi hidup pasangannya, sekalipun sudah jelas bahwa pasangannya sebentar lagi akan mati dan saya begitu besar untuk dihadapi. Dia melakukan hal itu agar pasangan mendapatkan sedikit
perpanjangan waktu untuk hidup, karena jika tidak saya sudah akan menginjaknya tadi (cedde’ni mate).

Sekarang saya tahu untuk siapa dan mengapa ia bertaruh nyawa seperti itu.
Cuma ada satu pilihan bagi saya. Perlahan-lahan saya mengambil jalur yang lain, sekalipun jalur itu sangat becek dan berlumpur. Keberanian kupu-kupuitu untuk menyerang sesuatu yang ribuan kali lebih besar dan lebih berat dari dirinya sendiri demi keamanan pasangannya telah menggugah hati saya.

Saya tidak dapat melakukan hal yang lain kecuali memilih jalan yang kotor dan membiarkan kupu-kupu itu menemani pasangannya yang tengah sekarat.

Dia layak untuk menghabiskan waktu-waktu terakhir bersama pasangannya tanpa
diganggu oleh saya. Setelah meninggalkan mereka, saya membersihkan sepatu saya yang kotor dan segera menuju ke mobil untuk menelusuri jaringan Lis****.

Sejak saat itu, saya selalu berusaha untuk mengingat keberanian kupu-kupu itu setiap kali saya melihat masalah menghadapi saya. Saya menggunakan keberanian kupu-kupu itu sebagai inspirasi dan untuk mengingatkan saya bahwa hal-hal yang baik patut untuk diperjuangkan sekuat tenaga.

aro mullah nasruddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s