Universitas Kehidupan

Posted: Desember 23, 2010 in dak jelas (en-jels)

Mereka nyaris sama, datang silih berganti..
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka kedoknya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama. Semkin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan (Kahlil Gibran)

Kalau boleh mengkritik, ada banyak sekali manusia yang hanya mau kebahagiaan, dan membuang kesedihan. Sayangnya, sebagaimana alam yang mengenal fase, kehidupan kita pun mengenal siklus. Kesedihan dan kebahagiaan adalah salah satu dari banyak fase yang harus kita lalui.

Tidak ada kehidupan yang tidak diwarnai oleh kesedihan. Diundang maupun tidak, ia akan senantiasa datang. Banyak kejadian bahkan terbukti, semakin ia dibenci dan ditakuti, semakin ia senang dan rajin berkunjung ke diri kita. Maka, sengsaralah hidup mereka yang membenci kesedihan.

Bercermin dari goresan Kahlil Gibran di atas, kesedihan dan kegembiraan adalah dua saudara kembar yang melakukan kegiatannya secara bergantian.
Greed/Keserakahan, atau sebaliknya kekhusukan doa mungkin tidak akan bisa membuat dua saudara kembar ini berpisah.

Ia seperti dua sayap dari seekor burung. Dibuangnya salah satu sayap, adalah awal dari celakanya “burung” kehidupan.

Tanpa kesedihan, jiwa kita tidak akan memiliki daya tampung yang besar terhadap kebahagiaan. Ketika kita bercengkrama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan sedang menunggu di pembaringan.

Persoalannya adalah, punyakah kita cukup keberanian dan kesabaran untuk
berpelukan mesra dengan kesedihan?

Nah, inilah sebuah kualitas pribadi yang dimiliki oleh sangat sedikit orang. Untuk menerima kebahagiaan, kita tidak memerlukan terlalu banyak kedewasaan.

Akan tetapi, untuk berpelukan mesra dengan kesedihan, diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan

bersama pelangi aku terbang, meski kadang jatuh dan tenggelam

selamat belajar di universitas kehidupan
aro mullah nasruddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s